
*TOLITOLI* — Tim Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kecamatan Baolan memfasilitasi Pemerintah Desa Dadakitan, Kabupaten Tolitoli, dalam proses penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes). Pendampingan dilakukan untuk memastikan dokumen perencanaan desa tidak sekadar menjadi administrasi, tetapi mampu menerjemahkan visi dan misi kepala desa ke dalam arah pembangunan yang terukur.
Kegiatan tersebut melibatkan Pemerintah Desa Dadakitan dan Tim Penyusun RPJMDes. Pembahasan diarahkan pada penyelarasan visi-misi kepala desa, pencermatan kondisi desa, serta penyusunan program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat dan kewenangan desa.
Kepala Desa Dadakitan, Nasrun, mengatakan penyusunan RPJMDes merupakan momentum penting untuk memastikan program pemerintah desa memiliki arah yang jelas.
“RPJMDes harus menjadi pedoman bersama. Apa yang menjadi visi dan misi pemerintah desa harus benar-benar diterjemahkan menjadi program yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Nasrun.
Ketua Tim Penyusun RPJMDes Desa Dadakitan, Sahabu, mengatakan tim akan bekerja dengan mengedepankan data dan kebutuhan riil masyarakat.
“Kami tidak ingin menyusun dokumen hanya untuk memenuhi kewajiban administrasi. Setiap program harus memiliki dasar, sasaran dan manfaat yang jelas,” kata Sahabu.
Koordinator Kecamatan TPP Baolan, Sudirman L, menegaskan pendampingan dilakukan untuk memperkuat kapasitas desa dalam menyusun perencanaan secara partisipatif.
“RPJMDes adalah fondasi pembangunan desa. Karena itu, prosesnya harus berbasis kebutuhan masyarakat, data, dan ketentuan yang berlaku,” ujar Sudirman.
Sementara itu, PLD Kecamatan Baolan, Fachri Fareza Abas, mengatakan TPP akan terus mendampingi tahapan penyusunan hingga dokumen RPJMDes dapat menjadi instrumen pembangunan yang efektif.
“Pendamping bukan untuk mengambil alih kewenangan desa. Peran kami memastikan proses berjalan sesuai tahapan, sekaligus mendorong desa menghasilkan perencanaan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Fachri.